Rabu, 02 Januari 2013

USAHA PENGGEMUKKAN SAPI POTONG


PENDAHULUAN 
Kemajuan teknologi dalam budidaya ternak sapi potong pada zaman sekarang ini sudah berkembang cukup pesat. Hal ini sangat mendukung dalam hal penyediaan kebutuhan konsumsi daging yang terus meningkat.Pada tahun 2005, tingkat konsumsi daging sapi meningkat dari 1,8 Kg/Kpt/Tahun menjadi 2,5 Kg/Kpt/Tahun. Kebutuhan ini setara dengan pemotongan 2,2, juta ekor, sehingga setiap bulan memerlukan tambahan 100.000 ekor sapi untuk dipotong (Sarwono, 2003).Menangggapi hal tersebut, maka dibutuhkan pembudidayaan sapi potong yang seluas-luasnya dengan kualitas dan kuantitas produksi yang maksimal.

TUJUAN

Adapun tujuan dari penggemukkan sapi potong antara lain sebagai berikut :

1.     Untuk meningkatkan ketersediaan daging konsumsi masyarakat

2.    Untuk meningkatkan gizi masyarakat

INOVASI

A.   Penggunaan urea dalam bahan pakan. Pemakaian urea dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna menjadi 50 % pemakaian urea tersebut hanya 10 % dari berat kering hijauan.
B.    Penggunaan Starbio. Starbio berfungsi memfermentasi bahan-bahan pakan berserat kasar tinggi seperti jerami padi dan pucuk tebu. Proses fermentasinya dilakukan selama 21 hari. Proses fermentasi tersebut menghasilkan bahan pakan yang mampu meningkatkan berat badan harian sampai 0,56 Kg
C.    Penggunaan Bioplus. Pemberian Bioplus mampu meningkatkan pertambahan berat badan harian sampai 0,68 Kg. Caranya yaitu campurkan 1 Kg Bioplus dengan 400 Kg dedak padi dan segenggam garam dapur. Lakukan fermentasi, setelah selesai proses fermentasi keringkan pada suhu konstan    40 OC hingga kering, kemudian digiling hingga berbentuk serbuk.


ANALISA USAHA
Usaha dirancang untuk dapat menghasilkan 20 ekor sapi PO (Peranakan Ongole) yang berumur 2-2,5 Tahun. Penggemukkan dilakukan selama 16 minggu.Adapun perinciannya adalah sebagai berikut :
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar